Selasa, 19 November 2013

Pink Aurora (cerita tentang seseoran)

Pink aurora,
itu kan yang kau pinta.
secarik kertas  buram;
yang mungkin dapat deskripsikan sedikit semu,
ya, semu.
atau tegasnya kamu.

maaf jika aku salah kaprah,
aku hanya ingin tunaikan saja.
apa yang pernah terucap tak dapat terbantah.


hahaha, terlalu panjang prolognya.
oke, baiklah.

PINK AURORA, manis warnamu, manis lakumu,
sayang tak semanis kisahmu, (maaf bila aku salah menilaimu).
kau gadis dengan seribu tanda tanya.
seribu riang kau tebar diselaksa suasana,
namun tak menutupi pilu yang aku rasa, (lagi-lagi aku sok tau).

PINK AURORA, aku ingin bicara.
adakah sesuatu antara kita?
atau hanya sebuah kebetulan yang nyata.
sunyi menghadirkan kita.

Meratap sendu di matamu.
Ilusikan potret buram sakit di dadamu.
Raut wajah yang kamu balut senyum.
Antarkan aku pada semu ceria.
Nanti pada waktunya pasti datang.
Tangis ikhlas akan semua.
Izinkan aku yang membasuh peluh itu.

hahaha, semua seakan terlalu dipaksakan.


PINK AURORA,
aku tak punya cukup kata gambarkan kompleks dirimu.
yang ada hanya rasa yang tertahan.

tebal tanya selimutiku.
ribuan melekat tak mau pergi!

PINK AURORA,
semoga kau baik-baik saja.
dan di ujung sana seorang khalifah menunggumu.
dia yang akan menuntunmu menuju sesuatu yang nyata.
KEBAHAGIAAN!!!
karena kamu memang pantas mendapatnya.

Kamis, 09 Mei 2013

Coretan Tandus

Dan sekali lagi kugunakan tiket ke alam itu.
Haruskah membunuh sepi dengan cara ini?!
Mencari kesunyian usang.

Kawan,
Sahabat?!

Dua bola mataku berakar,
seakan ingin dilontarkan merah yang mmbara.
Kuratapi sayu dua wajah bisu,
Di mana salah satunya adalah aku.

Aku kembangkan dialog tanda tanya.
Siapa kamu?!
Memandangku iri, dengki dengan senyum menggoda.
Sesosok anggun dengan sepasang tanduk,
dan sayap putihnya.

Rabu, 13 Maret 2013

Coretan Tandus


Dan sekali lagi kugunakan tiket ke alam itu.
Haruskah membunuh sepi dengan cara ini?!
Mencari kesunyian usang.

Kawan,
Sahabat?!

Dua bola mataku berakar,
seakan ingin dilontarkan merah yang mmbara.
Kuratapi sayu dua wajah bisu,
Di mana salah satunya adalah aku.

Aku kembangkan dialog tanda tanya.
Siapa kamu?!
Memandangku iri, dengki dengan senyum menggoda.
Sesosok anggun dengan sepasang tanduk,
dan sayap putihnya.

Resah

berdarah,
di sini mengais seiring derai sampai habis.

berpeluh pasrah,
di ujung nyaris sesudut tangis.

beranjak menuai islah,
dalam magis gegaris.

beradu rindu senyum ricuh,
sinis.


aku tak tahu jalan pulang!