Dan sekali lagi kugunakan tiket ke alam itu.
Haruskah membunuh sepi dengan cara ini?!
Mencari kesunyian usang.
Kawan,
Sahabat?!
Dua bola mataku berakar,
seakan ingin dilontarkan merah yang mmbara.
Kuratapi sayu dua wajah bisu,
Di mana salah satunya adalah aku.
Aku kembangkan dialog tanda tanya.
Siapa kamu?!
Memandangku iri, dengki dengan senyum menggoda.
Sesosok anggun dengan sepasang tanduk,
dan sayap putihnya.