engkau memang sahabatku, setia menampung resah dan kesahku. jarang aku membagi ria denganmu. Ya, semua karena keegoisanku. kisah indah hanya untukku. bila datang gundah, aku pun kembali mengadu. karena hanya engkau yang sanggup menjaga aibku. kemana aku jika merdeka?! melupakanmu, mebiarkanmu berserak di lantai kamarku yang kumuh. menyandingkanmu dengan abu rokok dan kaleng-kaleng bir sisa semalam.
kali ini aku datang lagi padamu. namun aku enggang bercerita tentang kisah ini. bukan karena aku mulai menghargaimu, hanya saja aku tak mengerti lagi mengungkap padamu dan pasti nasibnya sama seperti lebaran sebelumnya; tergumal dan tersusun di bak sampah.
Jumat, 24 Juni 2011
kamu
malam seakin larut, purnama sudah pada puncaknya.
aku masih termangu di sini, menatap jauh menyusuri kisah usang.
cerita yang mana?!
hmm,, mungkin sama saja.
semua sudah terlewati.
sedang batinku terpatri di sini.
di antara gerutu penuh ironi.
sejenak alam mengajarkkan aku hakekat waktu.
tak ada siang yang selalu,
begitu pun petang pasti berlalu.
senja datang dengan rona yang merah,
tergantikan pekat yang mangajak rebah.
aku masih termangu di sini, menatap jauh menyusuri kisah usang.
cerita yang mana?!
hmm,, mungkin sama saja.
semua sudah terlewati.
sedang batinku terpatri di sini.
di antara gerutu penuh ironi.
sejenak alam mengajarkkan aku hakekat waktu.
tak ada siang yang selalu,
begitu pun petang pasti berlalu.
senja datang dengan rona yang merah,
tergantikan pekat yang mangajak rebah.
Rabu, 22 Juni 2011
Sudah Puaskah Kau Dera Aku
aku lebih senang kau tusuk aku dengan belati yang ku beri waktu itu.
kau kuliti jiwaku, atau kau tumbuk dengan palu angkuhmu. aku rela, sungguh! aku rela.
mengapa kau masih mempertanyakan itu, tak cukupkan semua pertemuan ini tuk membuktikan?!
atau kau memang telah lama membatu hingga tak lagi dapat ku tembus dengan semua caraku...
aku cukup bahagia ketika aku menggadaikan tubuhku menebus lelah, hanya sekadar dapat
memastikan kau akan baik-baik saja di sana. aku jemur diriku di bawah sorat mata siang yang jalang,
atau sesekali berpancur di tengah belaian sendu malam. aku rela, sungguh! aku rela.
mengapa kau masih mempertanyakan itu, tak cukupkah semua perjumpaan kita? atau semua tak
ada beda bagimu, atau mungkin kau telah lama buta hingga tak ada lagi yang dapat kutunjukkan padamu...
dera saja terus aku dengan caramu!
terus!
aku bahagia, jika kau menikmatinya.
terus!
dera saja terus!
dera aku dengan "Mood"-mu!
terus!
aku tersenyum, jika itu membuatmu tersenyum.
lalu...
Sudah puaskah kau dera aku?!
bicaralah!
nyatakan maksudmu.
bila memang itu yang kau mau, apa dayaku.
aku hanya dapat terdiam di sini.
atau mungkin kini kau sadar?
iba-mu datang dan membuat dalih tuk membentang titik.
aku tak pernah tahu!
sejak awal perjalanan ini aku hanya dapat menduga, menduga, dan menduga,
takpernah ada kejelasan untuk semua yang telah aku lalui.
kini semua terserah padamu, aku pasrah!
terima kasih karena mengingatkanku pada-NYA, kini aku mengerti "ketentuan".
kau kuliti jiwaku, atau kau tumbuk dengan palu angkuhmu. aku rela, sungguh! aku rela.
mengapa kau masih mempertanyakan itu, tak cukupkan semua pertemuan ini tuk membuktikan?!
atau kau memang telah lama membatu hingga tak lagi dapat ku tembus dengan semua caraku...
aku cukup bahagia ketika aku menggadaikan tubuhku menebus lelah, hanya sekadar dapat
memastikan kau akan baik-baik saja di sana. aku jemur diriku di bawah sorat mata siang yang jalang,
atau sesekali berpancur di tengah belaian sendu malam. aku rela, sungguh! aku rela.
mengapa kau masih mempertanyakan itu, tak cukupkah semua perjumpaan kita? atau semua tak
ada beda bagimu, atau mungkin kau telah lama buta hingga tak ada lagi yang dapat kutunjukkan padamu...
dera saja terus aku dengan caramu!
terus!
aku bahagia, jika kau menikmatinya.
terus!
dera saja terus!
dera aku dengan "Mood"-mu!
terus!
aku tersenyum, jika itu membuatmu tersenyum.
lalu...
Sudah puaskah kau dera aku?!
bicaralah!
nyatakan maksudmu.
bila memang itu yang kau mau, apa dayaku.
aku hanya dapat terdiam di sini.
atau mungkin kini kau sadar?
iba-mu datang dan membuat dalih tuk membentang titik.
aku tak pernah tahu!
sejak awal perjalanan ini aku hanya dapat menduga, menduga, dan menduga,
takpernah ada kejelasan untuk semua yang telah aku lalui.
kini semua terserah padamu, aku pasrah!
terima kasih karena mengingatkanku pada-NYA, kini aku mengerti "ketentuan".
Langganan:
Postingan (Atom)