Rabu, 29 April 2009

aku pergi mengikuti bayangmu,
dan meracau mendengar hatimu,
aku resah berselimut pasrah.

aku hanya anai-anai
di hamburkan angin di atas pesisir
hempas,
aku tak beralas.

aku pernah berbicara tentang dosa
dosaku yang tak ingin melepasmu bahkan dalam mimpiku.
aku sangat pragmatis,
dan itu terlalu miris.

aku pencemburu,
dan aku penakut.
aku takut buta,
jalanmu masih membentang.
aku buta sayang.
hanya saja aku malu ungkap itu.

dan kau tak akan pernah tau itu.
bibirku terkunci,
dan yang pasti aku sayang kamu.
sekarang dan entah sampai kapan.
dan kau tahu itu.

*****

*aku telah selesai menulis kisah di lembar terakhir buku itu. dan kini aku menyimpannya rapih dalam lemari buku-ku. aku mencoba menggurat pena di lembar baru, dengan kisah yang lebih syahdu;tanpa gemuruh.
namun sayang aku kehabisan tinta merah.

aku bingung, kehabisan kata untuk memulai lembar baru. semoga ia bantu aku hadirkan cerita; tentang gemintang yang tak pernah merungut pasrah. tentang regenasi dedaunan. hingga tak akan ada kata "aku kehabisan rangkaian kata di lembar terakhir jilid ini".