Pink aurora,
itu kan yang kau pinta.
secarik kertas buram;
yang mungkin dapat deskripsikan sedikit semu,
ya, semu.
atau tegasnya kamu.
maaf jika aku salah kaprah,
aku hanya ingin tunaikan saja.
apa yang pernah terucap tak dapat terbantah.
hahaha, terlalu panjang prolognya.
oke, baiklah.
PINK AURORA, manis warnamu, manis lakumu,
sayang tak semanis kisahmu, (maaf bila aku salah menilaimu).
kau gadis dengan seribu tanda tanya.
seribu riang kau tebar diselaksa suasana,
namun tak menutupi pilu yang aku rasa, (lagi-lagi aku sok tau).
PINK AURORA, aku ingin bicara.
adakah sesuatu antara kita?
atau hanya sebuah kebetulan yang nyata.
sunyi menghadirkan kita.
Meratap sendu di matamu.
Ilusikan potret buram sakit di dadamu.
Raut wajah yang kamu balut senyum.
Antarkan aku pada semu ceria.
Nanti pada waktunya pasti datang.
Tangis ikhlas akan semua.
Izinkan aku yang membasuh peluh itu.
hahaha, semua seakan terlalu dipaksakan.
PINK AURORA,
aku tak punya cukup kata gambarkan kompleks dirimu.
yang ada hanya rasa yang tertahan.
tebal tanya selimutiku.
ribuan melekat tak mau pergi!
PINK AURORA,
semoga kau baik-baik saja.
dan di ujung sana seorang khalifah menunggumu.
dia yang akan menuntunmu menuju sesuatu yang nyata.
KEBAHAGIAAN!!!
karena kamu memang pantas mendapatnya.