engkau memang sahabatku, setia menampung resah dan kesahku. jarang aku membagi ria denganmu. Ya, semua karena keegoisanku. kisah indah hanya untukku. bila datang gundah, aku pun kembali mengadu. karena hanya engkau yang sanggup menjaga aibku. kemana aku jika merdeka?! melupakanmu, mebiarkanmu berserak di lantai kamarku yang kumuh. menyandingkanmu dengan abu rokok dan kaleng-kaleng bir sisa semalam.
kali ini aku datang lagi padamu. namun aku enggang bercerita tentang kisah ini. bukan karena aku mulai menghargaimu, hanya saja aku tak mengerti lagi mengungkap padamu dan pasti nasibnya sama seperti lebaran sebelumnya; tergumal dan tersusun di bak sampah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar