malam seakin larut, purnama sudah pada puncaknya.
aku masih termangu di sini, menatap jauh menyusuri kisah usang.
cerita yang mana?!
hmm,, mungkin sama saja.
semua sudah terlewati.
sedang batinku terpatri di sini.
di antara gerutu penuh ironi.
sejenak alam mengajarkkan aku hakekat waktu.
tak ada siang yang selalu,
begitu pun petang pasti berlalu.
senja datang dengan rona yang merah,
tergantikan pekat yang mangajak rebah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar