perjalanan kita tak pernah sama,
tujuanmu jelas utara,
sadang aku menanti angin merayu langkah
menggodaku mengukir jejak di pasir baru
terkadang gemintang berikan pijar
agar aku tak perlu meraba kelam mimpiku,
namun kau tak akan bisa mengerti.
mungkin aku terlihat keras, kokoh laksana
tebing sisi jurang,
mungkin aku negitu beku, menusuk jantung malam
hingga rembulan runtuh menghujaniku.
semua mata menatapku angkuh,
lidah berkelit ciptakan sosok baru
tanpa disadari
aku rapuh,
aku rapuh,
bila kau tetap di situ,,,,
berhentilah berjalan,
temani jasad ini
berhentilah menduga,
hilangkan dogma
perjalanan kita tak pernah sama,
jalanmu bukan jalanku,
aku berhenti d sini,
menanti sia-sia,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar