Kamis, 12 Juni 2008

tamasya hitam-putih

sebotol anggur digenggaman gembalakan khayal tiada ujung,
seakan firdaus terlukis begitu nyatanya.
sketsa buram tercetak di diary malaikat,
hina!
mungkin menurut sebagian orang bersorban putih tak lebih sampah.
ahh.
persetan dengan semua dogma,
bahkan mereka para pencetus tak bisa sejalan dengan semilir kata dalam batin.
permata membuat semua buta,
hingga semua tampak kasat mata.pengembaraanku tak berwarna.
meski ribuan bunga tertabur di sana.
teratai tumbuh hiasi rawa,
gerimis runtuh hancurkan cerah.
pemandangan tak seindah semestinya.

Tidak ada komentar: